PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MAKE UNTUK MENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA MATERI SIFAT-SIFAT CAHAYA SISWA KELAS V SDN HABAU TAHUN PELAJARAN 2016/2017

Rosmadi Rosmadi

Abstract


Guru dituntut menyajikan informasi yang dapat membantu siswa untuk berfikir kritis, logis, dan kreatif. Guru juga senantiasa melatihkan keterampilan proses sains sehingga tiga dimensi penting dalam pembelajarn IPA dapat tercapai. Tetapi pada kenyaannya tidaklah demikian sehingga menimbulkan permasalahan  seperti di kelas V SDN Habau pada tahun pelajaran 2015/2016 yang lalu yaitu rendahnya aktivitas dan hasil belajar IPA materi sifat-sifat cahaya. Dari pengalaman penulis mengajar di kelas V tahun yang lalu hasil ulangan formatif tentang  materi sifat-sifat cahaya dari 29 siswa hanya 14 siswa (48%) yang tuntas (pada tes formatif) dengan nilai rata-rata kelas 60 sedangkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah 67. Nilai siswa tidak seimbang, ada beberapa siswa yang nilainya tinggi namun juga banyak yang nilainya sangat kurang. Jadi terjadi perbedaan yang sangat mencolok, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 20. Alternatif pemecahan masalah yang dilakukan guru untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa tersebut dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a make yang dirancang untuk melakukan kerja sama dan berpikit cepat melalui kegiatan mencari pasangan dari soal/jawaban dari kartu yang dipegangnya. Penelitian ini  dilaksanakan di SDN Habau dengan subyek siswa kelas V yang berjumlah 22 orang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 8 orang siswa perempuan. Dilaksanakan dengan 2 siklus tindakan dengan masing-masing 2 kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajarana IPA materi sifat-sifat cahaya. Aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 adalah 54% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 63% dengan Siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 72% dan pada pertemuan 2 mencapai 84%. Hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata siklus I pertemuan 1 baru mencapai 56 dengan ketuntasan klasikal 50% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 61 ketuntasakan klasikal 55%. Siklus II pertemuan 1 meningkat lagi menjadi 77 dengan ketuntasan klasikal 68% hingga pertemuan 2 mencapai 86 dengan ketuntasan klasikal mencapai 95%.  Dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a make dalam pembelajaran IPA materi sifat-sifat cahaya dapat meningkatkan aktiivtas dan hasil belajar siswa.

Kata Kunci: Aktivitas, hasil belajar, model pembelajaran kooperatif make a match.


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indeks Google Scholar

Image result for google scholar logo