Main Article Content

Abstract

Penggunaan pendekatan pembelajaran monoton cenderung membuat siswa  merasa bosan sehingga tidak tertarik lagi untuk mengikuti pelajaran tersebut, terlebih lagi pelajaran yang berkaitan dengan konsep-konsep abstrak seperti yang terjadi di SDN Kuari yaitu rendahnya hasil belajar siswa hanya 60% yang menguasi. Ini terjadi karena kurangnya variasi dalam pembelajaran padahal dalam proses belajar mengajar di sekolah, pendekatan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi motivasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan kooperatif model TGT. Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa di kelas II SDN Kuari Kecamatan Bintang Ara. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Adapun setting penelitian adalah siswa KELAS II SDN Kuari Kecamatan Bintang Ara tahun ajaran 2018/2019, dengan jumlah siswa 29 orang. Penelitian ini menggunakan dua jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif berupa hasil belajar dianalisis secara deskriftif persentase sedangkan data kualitatif berupa observasi aktivitas guru dan aktivitas siswa dianalisis secara kualitatif  dengan teknik analisis interaktif kemudian diinterpretasikan berdasarkan perhitungan dan dibandingkan dengan indikator yang ditetapkan.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan kooperatif model TGT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada operasi hitung pecahan kelas II  SDN Kuari Kecamatan Bintang Ara. Ini terlihat dari hasil penelitian yang menunjukkan Aktivitas siswa dalam kegiatan kelompok juga mengalami peningkatan dimana pada siklus I dengan nilai perolehan 12 (63%) yang termasuk dalam kategori cukup aktif meningkat pada siklus II menjadi sangat aktif dengan skor perolehan 17 (84%). Ketuntasan klasikal hasil belajar siklus I mencapai 51,72% dan mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 82,76%. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini disarankan kepada guru  untuk menggunakan model TGT sebagai upaya dalam menciptakan perbaikan dan  peningkatan pemahaman siswa, peningkatan aktivitas siswa serta peningkatan mutu maupun kualitas pembelajaran di sekolah masing-masing.

Article Details