Main Article Content

Abstract

Salah satu kemampuan profesional yang harus dimiliki guru dalam mengelola pembelajaran di kelas adalah kemampuan untuk menyusun perencanaan pembelajaran yang sistematis dan aplikatif dan kemampuan melaksanakan kegiatan pembelajaran. Namun, pada kenyataannya, tidak semua guru sudah dengan baik mampu dalam menyusun perencanaan dan malaksanakan pembelajaran yang efektif dan efisien di kelas. Oleh karena itu, dirasa perlu untuk memberikan pembinaan kepada guru-guru melalui supervisi akademik. Supervisi akademik yang dilakukan adalah sebagai upaya optimalisasi kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran karena sesuai dengan pengertiannya, supervisi akademik merupakan kegiatan memberikan bimbingan dan pembinaan kepada tenaga pendidik (guru) untuk mengembangkan situasi belajar-mengajar yang lebih baik.  Penelitian tindakan ini dilakukan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah tiga orang guru (guru kelas IV, kelas V, dan kelas VI) di SDN. 2 Belimbing Kecamatan Murung Pudak. Pengamatan dilakukan pada 2 aspek, yaitu penyusunan rencana pembelajaran (PRP) dan proses belajar-mengajar (PBM). Hasil penelitian menunjukkan, optimalisasi kemampuan guru u dari kemampuannya menyusun perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan proses belajar-mengajarnya terbukti dapat ditingkatkan. Hasil supervisi akademik menunjukkan bahwa Optimalisasi kemampuan guru dalam kegiatan kemampuannya menyusun perencanaan pembelajaran dapat diketahui memperoleh nilai rata-rata 76,7% dengan klasifikasi “BAIK”, sedangkan pada Siklus 2 persentase nilai rata-ratanya 89% dengan klasifikasi “BAIK SEKALI”. Dengan demikian, terjadi peningkatan, baik dari segi kualitas, yaitu dari klasifikasi “BAIK” menjadi “BAIK SEKALI”, maupun dari segi kuantitas, yaitu nilai rata-rata dari 76.7% menjadi 89%. Hasil supervisi akademik menunjukkan bahwa dari tiga orang guru kelas di SDN. 2 Belimbing Kecamatan Murung Pudak yang disupervisi, untuk aspek PBM, nilai rata-rata 69.33% dengan klasifikasi “BAIK”, sedangkan pada Siklus 2 nilai rata-ratanya 90% dengan klasifikasi “BAIK SEKALI”. Sama halnya dengan aspek PRP, pada aspek PBM juga terjadi peningkatan, baik dari segi kualitas, yaitu dari klasifikasi “BAIK” menjadi “BAIK SEKALI”, maupun dari segi kuantitas, yaitu nilai rata-rata dari 69.33% menjadi 90%.

Article Details