Main Article Content

Abstract

Pembelajaran IPA diarahkan untuk mengajak siswa mencari tahu dan berbuat sehingga pemahaman siswa lebih mendalam. Untuk itu pembelajaran IPA harus menekankan belajar aktif agar siswa dapat belajar sendiri menemukan isi dari materi yang sedang dipelajarinya. Hal demikian belum dilakukan sepenuhnya dalam pembelajaran IPA di SDN 2 Mundar. Pembelajaran IPA diberikan dalam bentuk penjelasan dan contoh-contoh, selanjutnya siswa diberi tugas menyelesaikan soal-soal sejenis. Mengajar demikian menjadika pelajaran IPA terasa sulit dan membosankan siswa sehingga hasil belajar rendah. Penggunaan metode eksperimen dapat digunakan sebagai satu alternatif memecahkan masalah ini. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perubahan wujud benda. Penelitian ini adalah penelitian tindakan berlangsung 2 siklus masing-masing 2 kali pertemuan melalui 4 tahapan yaitu rancangan kegiatan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V dengan jumlah 13 orang. Data yang diperoleh berupa pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif. Hasil dan pembahasan menunjukkan, pelaksanaan pembelajaran dengan metode eksperimen meningkat dari skor 64 (baik) pada siklus I menjadi 83 (sangat baik) pada siklus II. Hasil belajar pada materi perubahan wujud benda dapat ditingkatkan dari ketuntasan 30,76% (tidak tuntas) menjadi 100% (tuntas). © 2018 Rumah Jurnal. All rights reserved

Kata-kata kunci: Eksperimen, hasil belajar, wujud benda

Article Details