Main Article Content

Abstract

Latar belakang dari penelitian ini yaitu adanya permasalahan pada rendahnya aktivitas dan hasil belajar matematika pada materi KPK dan FPB pada tahun pelajaran sebelumnya. Pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung siswa terlihat pasif. Mereka hanya mendengarkan, mencatat dan mengerjakan tugas berupa soal-soal pada buku paket saja.  Selain itu berbagai data hasil belajar siswa yang ada pada tahun pelajaran sebelumnya menunjukkan rendahnya nilai ulangan harian pada materi tersebut. Diketahui nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada tahun yang lalu di bawah standar minimal dari 30 orang siswa hanya 13 orang yang memenuhi standar KKM 67. Dari data tersebut diketahui bahwa siswa yang dianggap tuntas secara klasikal hanya 57% dan belum tuntas sekitar 43%. Rendahnya hasil belajar tersebut salah satunya disebabkan oleh guru pada saat pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah saja yang mungkin menyebabkan siswa menjadi bosan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peningkatan hasil belajar mata pelajaran matematika materi KPK dan FPB melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing. Model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing merupakan model pembelajaran gelundungan bola salju yang memiliki manfaat agar tujuan pembelajaran tercapai melalui kegiatan belajar mandiri dan peserta didik mampu menjelaskan temuannya kepada teman/pihak lain. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SDN 1.2 Sulingan Kecamatan Murung Pudak dengan dua siklus tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIB SDN 1.2 Sulingan  yang berjumlah 30 orang terdiri dari 14 orang siswa laki-laki dan 16 orang siswa perempuan.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pembelajarana matematika materi KPK dan FPB. Aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 adalah 43% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 71%. Siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 80% dan pada pertemuan 2 mencapai 89%. Hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata siklus I pertemuan 1 baru mencapai 63 dengan ketuntasan 63% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 65 dengan ketuntasan 70%. Siklus II pertemuan 1 meningkat lagi menjadi 79 dengan ketuntasan 80% hingga pertemuan 2 mencapai nilai rata-rata 82 dengan ketuntasan klasikal mencapai 90%.

Article Details