Main Article Content

Abstract

Kemampuan menulis sangat dibutuhkan di dalam kehidupan yang serba modern ini. Tetapi pada kenyataannya adanya permasalahan rendahnya aktivitas dan kemampuan menulis puisi siswa kelas VI SDN 9 Tanjung. Berdasarkan hasil refleksi dan analisis valuasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya materi menulis puisi dari 15 orang siswa hanya 6 orang yang nilai hasil belajarnya tuntas. Aktivitas siswa dalam pembelajaran juga masih kurang. Beberapa siswa masih kurang antusias saat mempelajari puisi. Mereka masih kesulitan khususnya untuk menemukan kata yang cocok ditulis menjadi sebuah puisi. Selain menemukan kata yang cocok, siswa merasa kesulitan saat diminta untuk berimajinasi tentang puisi yang akan mereka buat. Alternatif untuk membantu siswa mengatasi kesulitan yang dihadapi adalah melalui teknik clustering dan media foto jurnalistik. Alasan penggunaan teknik clustering karena teknik tersebut dapat membantu siswa untuk menemukan kata yang cocok untuk dijadikan sebuah puisi. Teknik ini digunakan untuk mengelompokan kata-kata yang nantinya harus dikembangkan oleh siswa menjadi sebuah puisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang peningkatan aktivitas dan kemampuan menulis puisi pada siswa kelas VI SDN 9 Tanjung.  Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tahun pelajaran 2018/2019 pada semester 2 di kelas VI SDN 9 Tanjung dengan dua siklus tindakan. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 15 orang. Pelaksanaan penelitian yang telah dilakukan menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas dan kemampuan menulis puisi siswa kelas III setelah menggunakan teknik clustering dan media foto jurnalistik dalam pembelajaran. Pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata aktivitas siswa 60% dengan katagori cukup, pada pertemuan 2 menjadi 71% dengan katagori baik. Pada siklus 1I pertemuan 1 rata-rata aktivitas siswa 78% terjadi lagi peningkatan pada pertemuan 2 menjadi 86% dengan katagori sangat baik. Hasil belajar berupa kemampuan menulis puisi siswa siklus I rata-rata 65 dengan ketuntasan klasikal 67% meningkat pada siklus 2 dengan rata-rata hasil belajarnya mencapai 77 dengan ketuntasan klasikal 87%.

Article Details