Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa perkonsultasian sistem pembimbingan  off kampus (SISPOKA) Diklat Aparatur Negara pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah provinsi Kalimantan Selatan sebagai solusi permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan eksploratif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara, observasi, serta data sekunder. Informan pada penelitian ini terdiri dari pimpinan diklat, widyaiswara dan peserta diklat.  Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah meliputi analisis situasi internal dan analisis situasi eksternal. Berdasarkan analisa masalah melalui USG ditemukan belum optimalnya pelaksanaan  pembimbingan pada peserta diklat Kepemimpinan dan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil pada saat off kampus, Belum banyaknya Karya Tulis Ilmiah Widyaiswara yang diterbitkan oleh jurnal Ilmiah Nasional, dan Terbatasnya ketrampilan Widyaiswara dalam merancang media pembelajaran. Mengusulkan penyelesaian masalah dengan mengikutsertakan widyaiswara dan pegawai Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan e-lerning yang diadakan oleh Lembaga Pendidikan dan Pelatihan, pembuatan aplikasi pembimbingan off kampus secara elearning, pelatihan multi media untuk memahami dan menguasai teknik e-learning. Rencana tindak lanjut berupa kegiatan pembimbingan off kampus ini akan dilaksanakan secara e-learning, dengan memanfaatkan teknologi informasi.

Keywords

Sistem Pembimbingan, Off Kampus, Online

Article Details

References

  1. Arikunto S. (2008). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta
  2. Azwar. (2006). Menjaga Mutu Pelayanan Kesehatan Aplikasi Prinsip Lingkaran Pemecahan Masalah. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
  3. Fakhrizal, I. (2019). Aplikasi Proses Bimbingan Skripsi Online Fakultas Ilmu Komputer Universitas Almuslim Bi-reuen, jurnal Ilmu Komputer. Jurnal TIKA, 4(1), 47-56.
  4. Garrison, D. R., & Kanuka, H. (2004). Blended learning: Uncov-ering its transformative potential in higher educa-tion. The internet and higher education, 7(2), 95-105. https://doi.org/10.1016/j.iheduc.2004.02.001
  5. Husamah. (2014). Pembelajaran Bauran (Blended Learning) Terampil Memadukan Keunggulan Pembelajaran Face-To-Face, E-Learning Offline-Online dan Mobil Learning. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher.
  6. Katernyak, I., Ekman, S., Ekman, A., Sheremet, M., & Loboda, V. (2009). eLearning: from social presence to co‐creation in virtual education community. Interactive Technology and Smart Education, 6(4), 215–222. https://doi.org/10.1108/17415650911009182
  7. Modul E-learning. (2018). Piloting Diklat Penjenjangan Tingkat Tinggi Lembaga Administrasi Negara.
  8. Prayitno. (2012). Jenis Layanan dan Kegiatan Pendukung Konseling. Padang: Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang.
  9. Rothman, T. (2016). Increasing Student Engagement with Online Learning Platforms. web-site:https://www.entrepreneur.com/article/281631 (diakses tanggal 19 Nopember 2018).
  10. Rencana Strategi Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2016-2021.
  11. Rukmi, H. S., Novirani, D., Sahrul, A. (2014). Evaluasi Training Dengan Menggunakan Model Kirkpatrick (Studi Ka-sus Training Foreman Development Program Di PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon). 5th National In-dustrial Engineering, 131-138.
  12. Suprapti, S., Hariyanto, T., Jaya, A. P., Widyaningrum, K. (2018). Sistem Evaluasi Pasca Pelatihan di Rumah Sakit X Malang. Jurnal Dinamika Manajemen dan Bisnis, 1(2), 1-10. https://doi.org/10.21009/JDMB.01.2.10
  13. Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
  14. Wibowo, N. C. H., 2016. Bimbingan Konseling Online. Jurnal Ilmu Dakwah, 36(2), 271-287. https://doi.org/10.21580/jid.36i.2.1773