Main Article Content

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah siswa kesulitan dalam menerapkan konsep yang diperolehnya selama pembelajaran pada saat memecahkan masalah yang berkaitan dengan bangun datar. Siswa kesulitan dalam menerapkan penghitungan, luas dan keliling dari bangun datar, Siswa mudah lupa dengan pengetahuan yang diperolehnya dan tidak tahan lama untuk mengingat. Sebagai solusi dari permasalahan ini adalah menggunakan pembelajaran kooperatip tipe GI (Goup Investigasi), dengan menggunakan model ini siswa akan diajak lebih aktif dan kreatif dan diharapkan akan mencapai ketuntasan maksimal   sehingga hasil belajar dapat ditingkatkan. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes evaluasi. Alat atau instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data pada penelitian ini adalah lembar pengamatan siswa. lembar pengamatan guru, soal – soal yaitu soal posttest dan soal evaluasi akhir siklus. Hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran GI (Group investigation) meningkatkan aktivitas proses belajar mengajar. Keterlaksanaan pembelajaran pada akhir siklus II berada pada kriteria Baik dengan persentase 91%. Hasil observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan keaktifan siswa pada saat pembelajaran menggunakan model pembelajaran GI (Group investigation) yang pada siklus I hanya 60,14 % menjadi 77,29 % pada siklus II. Penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran bangun datar menunjukkan peningkatan. Hal ini dapat ditunjukkan dengan rata-rata hasil belajar pada siklus I rata-ratanya 57,5 menjadi 70,42. Ketuntasan klasikal siswa juga meningkat dari 58 % menjadi 88 %. Pada siklus I siswa yang memiliki nilai Tuntas sebanyak 14 orang pada siklus II meningkat menjadi 21 orang. Dengan menggunakan model pembelajaran GI (Group investigation), pembelajaran matematika pada bahasan bangun datar menjadi berhasil meningkat kualitasnya.

Keywords

Hasil belajar Bangun datar Group Investigasi

Article Details

References

  1. Anas, S. 2003. Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada
  2. Arikunto, S. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
  3. Arikunto, S, 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara
  4. Dalle, J. 2010. Metodologi umum penyelidikan reka bentuk bertokok penilaian dalaman dan luaran. Kajian Kes sys-tem pendaftaran siswa Indonesia. Thesis PhD Universi-tas Utara Malaysia.
  5. Dimyati dan Mudjiono. 2010. Belajar dan Pembelaja-ran.Jakarta: Rineka Cipta.
  6. Safrida, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tife GI (Group Investigation) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Dikelas V MIN Rukoh Banda Aceh. Skripsi, UIN Ar Raniry.Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan
  7. Slavin, R. E. 2010. Cooperative Learning Teori, Riset dan Prak-tik. Bandung: Nusa Media.
  8. Suprijono, A. 2012. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  9. Sutikno, M. S. 2009. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Pro-spect.
  10. TIM MKPBM. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kon-temporer. Bandung: Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas MIPA Universitas Indonesia.
  11. Wiraatmadja, dkk. 2007. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.