Main Article Content

Abstract

Permasalahan ekonomi dan pengangguran menjadi pencetus upaya pemerintah dalam meningkatkan lapangan kerja dan meningkatkan sumber daya manusia melalui pendidikan. Mata pelajaran prakarya dan kewirausahaan menciptakan produk hasil karyanya untuk bisa dijadikan peluang usaha. Sebagai solusi dari permasalahan ini adalah menggunakan penilaian proyek dalam meningkatkan keterampilan dan hasil belajar dengan menggunakan perca kain sasirangan diharapkan siswa kreatif dan mampu membuat peluang usaha.  Alat atau instrumen yang digunakan sebagai pengumpul data pada penelitian ini adalah lembar pengamatan siswa. Hasil pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas disimpulkan bahwa aktivitas guru pada siklus I sebesar 72,5% dan 80% kategori “Baik” dilakukan perbaikan pada siklus II dengan porsentase 90% dalam kategori sangat baik. Aktivitas siswa pada siklus I 67,5% dan 77,5% pada kategori baik kemudian pada siklus II sebesar 93,34% dalam kategori sangat baik. Hasil belajar siklus I sebesar 9,3% dan porsentase 62,5% kemudian pada siklus II meningkat 100%.

Keywords

Proyek Sasirangan Prakarya Kewirausahaan

Article Details

References

  1. Afnika, F. N., & Syafii. (2016). Pembelajaran Prakarya dengan Media Kain Perca Bagi Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Dr. Ibnu Mas'ud Wiradesa Pekalongan. Eduarts: Journal of Arts Education, 5(1), 9-17. Retrieved from http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduart
  2. Agung, G. (2010). Evaluasi Pendidikan. Singaraja: Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pendidikan Ganesha.
  3. Anggraini, A., & Sukardi. (2015). Pengembangan Modul Prakarya dan Kewirausahaan Materi Pengolahan Berbasis Product Oriented Bagi Peserta Didik SMK (Vol. 5). Jurnal Pendidikan Vokasi: 287-296. doi:10.21831/jpv.v5i3.6484
  4. Annisa, Y. (2014). Lebih Jauh Mengenal. Batik Sasirangan. Bogor: Optima.
  5. Daryanto. (2014). Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media.
  6. Dalle, J., & Baharuddin. (2017). Interactive courseware for supporting learners competency in practical skills. Turkish Online Journal of Educational Technology, 16(3), 88-99.
  7. Doppelt, Y. (2000). Developing Pupils Competencies Through Creative Thinking in Technological Project. Proceedings of 28th Israel Conference on Mechanical Engineering. Israel: Ben-Gurion University of the Negev.
  8. Fitriatussa'diyah, N., & Harmanto. (2016). Strategi Guru Prakarya dan Kewirausahaan Dalam pembentukan Karakter Kreatif Peserta Didik di SMA Negeri 2 Kota Mojokerto. Kajian Moral dan Kewarganegaraan, 1(4), 297-312.
  9. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. (2014). Buku Guru Prakarya dan Kewirausahaan. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
  10. Prasetya, E. R., & Sukardi. (2016). Pengembangan Modul Prakarya dan Kewirausahaan Materi Kerajinan Berbasis Proyek di SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 6(2), 154-161. Retrieved from http://journal.uny.ac.id/index.php/jpv
  11. Purwanto. (2013). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  12. Ranti, M. G., & Susilawati, E. (2019). Shasira Craft, Usaha Kerajinan Kain Perca Sasirangan Sebagai Upaya Pemberdayaan Ibu-Ibu Warga Perumahan Seribu, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, 4(2), 32-41. Retrieved from http://mediteg.politala.ac.id/index.php/mediteg
  13. Suherman, E. (2010). Desain Pembelajaran Kewirausahaan. Bandung: Alfabeta.