Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan kegiatan ekstrakurikuler wajib iqro dalam meningkatkan prestasi belajar Al-Qur’an Hadits di MTsN 2 Hulu Sungai Tengah. Hasil penelitian menunjukkan: Kegiatan ekstrakurikuler wajib iqro di MTsN 2 Hulu Sungai Tengah dilaksanakan setelah kegitan sholat zuhur berjama’ah dan waktu istirahat, dua kali pertemuan dalam seminggu yaitu pada hari Rabu dan Kamis dengan durasi selama satu jam pukul 13.30-14.30 WIB. Menggunakan sistem klasikal, sesuai kelas masing-masing secara individu. Bentuk kegiatan menekankan pada pengembangan kemampuan dasar dan menghayati isi yang terkandung dalam Al-Qur’an dan hadits. Kegiatannya tentang pemahaman, cara membaca yang baik dan benar sesuai tajwid dan makhrojal hurufnya, menghafal surah pendek pilihan pada Juz 30, menggunakan buku iqro dan Al-Qur’an, disesuaikan dengan kemampuan siswa dan dicatat dalam buku khusus. Seluruh warga sekolah terlibat yaitu kepala sekolah, guru, semua staf karyawan, para siswa dan orang tua. Peranan kegiatan ekstrakurikuler wajib iqro dapat membantu siswa mengembangkan potensi dirinya dalam membaca Al-Qur’an yang masih kurang dikuasainya, menghilangkan kesenjangan antar siswa mengenai penguasaan membaca Al-Qur’an, guru dapat membimbing siswa, dan membangun minat belajarnya. Untuk mengetahui prestasi belajar siswa, guru melakukan evaluasi. Hasil dibuktikan dari nilai raport. Faktor yang mempengaruhi: faktor internal meliputi minat siswa dan faktor eksternal meliputi dukungan dari guru dan orangtua serta lingkungan sekitar.

Keywords

kegiatan ekstrakurikuler, wajib iqro, prestasi belajar, al-qur’an hadits

Article Details

References

  1. Abdurrahman. (2003). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  2. Adhim, Mohammad Fauzil. (2007). Membuat Anak Gila Membaca. Bandung: Mizani.
  3. Ahmadi, Abu & Supriyono, Widodo. (2013). Psikoogi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  4. Alwi, Hasan. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  5. Arifin, M. (2011). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
  6. Asari, Hasan. (2014). Hadits-Hadits Pendidikan, Sebuah Penelusuran Akar-Akar Pendidikan Islam. Bandung: Cipustaka Media Perintis.
  7. Badrudin. (2014). Manajemen Peserta Didik. Jakarta: PT. Indeks.
  8. Baharuddin, B., & Dalle, J. (2019). Transforming Learning Spaces for Elementary School Children with Special Needs. Journal of Social Studies Education Research, 10(2), 344–365.
  9. Budiyanto, dkk. (2003). Ringkasan Pedoman, Pengelolaan dan Pembangunan Gerakan Membaca, Menulis, Memahami Mengamalkan dan Memasyarakatkan Al-Qur’an (Gerakan MSA). Yogyakarta: Team Tadarus AMM.
  10. Dalle, J., & Ariffin, A. M. (2018). The impact of technologies in teaching interaction design. Journal of Advanced Research in Dynamical and Control Systems, 10(4 Special Issue), 1779–1783.
  11. Dalyono, M. (2007). Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
  12. Departemen Agama RI. (2003). Kurikulum dan Hasil Belajar. Jakarta: Departemen Agama.
  13. Departemen Agama RI. (1995). Metode-Metode Membaca Al-Qur’an di Sekolah Umum. Jakarta: Direktorat Jenderal Pembinaan Kelembagaan Agama Islam.
  14. Departemen Agama RI. (2004). Pedoman Khusus Al-Qur’an dan Hadits. Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama Islam.
  15. Departemen Agama RI. (2004). Kegiatan Ekstrakurikuler Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Umum dan Madrasah. Jakarta: Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam.
  16. Depdiknas. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
  17. Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. (2014). Kurikulum SMK 2014. Jakarta: Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah.
  18. Djaali. (2008). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.
  19. Djamarah, Syaiful Bahri. (2008). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  20. Fadlillah, Muhammad. (2012). Desain Pembelajaran PAUD Tinjauan Teoritik dan Praktik. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
  21. Faturrahman, Muhammad. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Yogyakarta: Teras.
  22. Fauzi, Anis & Khoiriyah, Siti Mitahul. (2018). Peran Kegiatan Ekstrakurikuler (Pesantren Sabtu-Ahad) Dalam Menunjang Proses Belajar Mengajar Al-Qur’an Hadits. Tadris: Volume 13 Nomor 2 h. 295-306.
  23. Gunawan, Heri. (2012). Kurikulum dan Pembelajaran pendidikan Agama Islam. Bandung: Alfabeta.
  24. Hermawati, W. (2017). Pengaruh Motivasi Kerja Guru Dan Implementasi Program Kerja Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Terhadap Kinerja Mengajar Guru di MTS Negeri Model Brebes. Syntax Literate; Jurnal Ilmiah Indonesia, 2(9), 170–193.
  25. Humam, As’ad. (1990). Cara-cara Belajar Tajwid Praktis. Yogyakarta: Pengasuh Team Tadarus AMM.
  26. Husna. (2017). Kegiatan Ekstrakurikuler Didong Di SMAN 1 Permata Bener Merah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Kuala: Universitas Syiah.
  27. Komalasari, Kokom (ed) & Saripudin, Didin. (2017). Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Refika Aditama.
  28. Pidarta, Made. (2009). Landasan Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
  29. Propam, W. James & Baker, Eva L. (2005). Teknik Mengajar Secara Sistematis. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  30. Purwanto. (2009). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  31. Rohmah, Noer. (2012). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Teras.
  32. Rumini, Sri, dkk. (2000). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UPP Universitas Negeri Yogyakarta.
  33. Saihudin. (2018). Manajemen Institut Pendidikan. Ponorogo: Uwais Inspirasi Indonesia.
  34. Sardiman, A.M. (2010). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
  35. Slameto (2013). Belajar dan Faktor-faktor Yang Mempengaruhinya. Jakarta: PT Rineka Cipta.
  36. Sudijono, Anas. (2001). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
  37. Sulthan, Muhjin. (1992). Metode Pengajaran Al-Qur’an, Al-Barqi. Surabaya: Sinar Wijayah.
  38. Suprihadi. (2013). Pintar Agama Islam. Jombang : Lintas Media.
  39. Suprijono, Agus. (2012). Cooperative Learning Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  40. Suryosubroto. (2009). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka Cipta.
  41. Syah, Muhibbin. (2004). Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja RosdaKarya.
  42. Syah, Muhibbin. (2013). Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
  43. Syilabi, Abu Yahya. (2007). Cara Mudah Membaca Al-Qur’an Sesuai Kaidah Tajwid. Yogyakarta: Daar Ibnu Hazm.
  44. Thalib, Muhammad. (2005). Fungsi dan Fadhilah Membaca Al-Qur’an. Surakarta: Kaffah Media.
  45. Uno, Hamzah B. (2007). Model Pembelajaran Menciptakan Proses Belajar Mengajar yang Kreatif dan Efektif. Jakarta: PT Bumi Aksara.
  46. Wadud, Abd. (2015). Al-Qur’an Hadits. Semarang: PT. Toha Putra.
  47. Wahjosumidjo. (2003). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.