Main Article Content

Abstract

Rendahnya hasil belajar PKn dilihat dari data nilai tahun pelajaran yang lalu. Rata-rata nilai PKn lebih rendah dibandingkan nilai Bahasa Indonesia dan IPS. Diketahui bahwa nilai rata-rata Bahasa Indonesia 74, IPS 68, dan PKn 66. Selain nilai rata-rata PKn rendah diperoleh data bahwa baru 50% dari jumlah siswa yang belum memenuhi KKM yang ditentukan yaitu 65. Cara yang dapat ditempuh guru untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran yaitu dengan mengunakan model pembelajaran Active Learning Tipe Role Reversal Question. Penerapanm model pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Model pembelajaran Active Learning Tipe Role Reversal Question merupakan kegiatan pembelajaran aktif yang menekankan pada aktivitas tanya jawab dengan pertukaran peran antar siswa dan guru. Jika guru bertukar peran menjadi siswa maka guru mengajukan pertanyaan dan siswa mencoba menjawab pertanyaan. Demikian pula sebaliknya. Dari kegiatan tersebut diketahui bahwa terdapat kegiatan yang dilakukan siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Terjadi interaksi antara guru dengan siswa, maupun siswa dengan siwa dalam kegiatan tanya jawab. Sehingga aktivitas pembelajaran tidak hanya guru memberikan ceramah mengenai materi pelajaran. Siswa juga dilatih untuk berani mengajukan pertanyaan, memberikan pendapat, serta berfikir kritis dalam menjawab pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn materi kebebasan berorganisasi. Aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 adalah 56% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 69%. Siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 76% dan pada pertemuan 2 mencapai 86%. Hasil belajar siswa dengan nilai rata-rata siklus I pertemuan 1 adalah 60 meningkat pada pertemuan 2 menjadi 64. Siklus II pertemuan 1 menjadi 79 dan pertemuan 2 mencapai 80 dengan ketuntasan klasikal mencapai 82%.

Article Details