Main Article Content

Abstract

Guru seharusnya  meningkatkan kemampuan profesional, pengetahuan, sikap dan keterampilannya secara terus-menerus sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi termasuk paradigma baru pendidikan yang menerapkan Kurikulum Berbasis Kompetensi. Untuk peningkatan mutu pendidikan tersebut bisa berbagai upaya di antaranya melalui supervisi  edukatif pada setiap guru  di sekolah. Supervisi tersebut bisa dilakukan secara kolaboratif seperti halnya dalam penelitian tindakan di  SD Negeri Wirang. Penelitian tindakan ini dilakukan  terhadap guru  SD Negeri Wirang  yang berjumlah 1 Orang Guru Pendidikan Agama Islam. Penelitian tindakan dilaksankan mulai bulan Agustus 2020  sampai dengan November 2020. Rancangan penelitian  yang digunakan adalah  rancangan penelitian tindakan yang alurnya: membuat rencana tindakan, melaksanakan tindakan, dan refleksi peleksanaan tindakan. Hasil refleksi tersebut digunakan  sebagai pedoman untuk  pengambilan keputusan  melanjutkan atau menghentikan  penelitian.  Penelitian dilakukan  secara spiral dalam siklus-siklus sampai siklus kedua. Data penelitian berupa  catatan hasil pengamatan, catatan lapangan,  dokumentasi perencanaan dan hasil supervisi. Instrumen pengumpul data utama adalah peneliti, sedangkan instrumen penunjangnya adalah  pedoman observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan  dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kemampuan guru merencanakan pembelajaran dari pertemuan pertama, siklus I, sampai akhir siklus II mengalami peningkatan. Pada siklus I pertemuan pertama nilai rerata 21 pada pertemuan kedua mengalami penurunan menjadi 25. Pada siklus II pertemuan pertama memperoleh sekor rata-rata 29 dan pada pertemuan akhir memperoleh skor 33. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut  dapat disimpulkan bahwa kinerja guru meningkat dalam menyusun rencana pembelajaran,. Untuk itu, peneliti menyarankan agar supervisi edukatif di sekolah-sekolah melaksanakan  supervisi  edukatif kolaboratif secara periodik.

Article Details