Main Article Content

Abstract

Penelitian membaca permulaan ini dilakukan atas dasar pertimbangan bahwa kemampuan membaca siswa kelas I SDN Talan belum dikembangkan secara maksimal, hal ini terlihat dari beberapa masalah di kelas seperti (1) Siswa tidak dilatih secara berkesinambungan dalam membaca permulaan di kelas rendah,(2) Siswa tidak ditekankan pada penggunaan ucapan kata, (3) Siswa kurang perhatian terhadap materi pembelajaran dikarenakan kurang lancar membaca, mengenal huruf bacaan dan belum bisa menggunakan bunyi kata. Berdasarkan hal di atas kemampuan membaca siswa kurang terlatih dengan baik. Untuk mengatasi hal tersebut penulis menerapkan kemampuan membaca dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui model pembelajaran talking stick. Penelitian ini dirancang menggunakan pendekatan tindakan kelas dengan setting siswa kelas I SDN Talan tahun pelajaran 2018/2019, dengan jumlah siswa 7 orang terdiri dari 1 laki-laki dan 6 perempuan. Strategi yang digunakan adalah model talking stick dilaksanakan sebanyak 2 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Diharapkan dengan mengunakan model ini kemampuan membaca siswa akan meningkat. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya peningkatan Aktivitas siswa siklus I pertemuan 1 adalah 59,1% denga katagori “kurang baik”  menjadi 77,3% dengan katagori “baik” pada pertemuan 2, selanjutnya siklus II pertemuan 1 aktivitas siswa 81,8% dengan katagori “sangat baik” meningkat menjadi 97,7% dengan katagori “sangat baik” pada pertemuan 2. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan 1 adalah 71,4% dengan katagori “baik” menjadi 83,9% dengan katagori “sangat baik” pada pertemuan 2, selanjutnya pada siklus II pertemuan 1 aktivitas guru 92,8% dengan katagori “sangat baik” meningkat menjadi 98,2% dengan katagori sangat baik”. Hasil rata-rata belajar siklus I pertemuan 1 adalah 60,0 dengan ketuntasan 28,5%, pertemuan 2 menjadi 65,7 dengan ketuntasan 43,0%. Sedang pada siklus II pertemuan 1 nilai rata-rata yang diperoleh siswa 71,4 prosentasi ketuntasan 57% meningkat menjadi 80 dengan ketuntasan 85,7% pada pertemuan 2. Berdasarkan hasil penelitian dari siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran talking stick dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas I SDN Talan. Bertolak dari temuan ini disarankan kepada guru agar dapat menjadikan model pembelajaran talking stick ini menjadi salah satu alternatif dalam rangka meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada pembelajaran Bahasa Indonesia dan janganlah berhenti untuk mencoba dan menerapkan model-model, teknik atau metode dalam proses belajar mengajar.

Article Details