Main Article Content

Abstract

Memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar menjadi alternatif strategi pembelajaran untuk memberikan kedekatan teoritis dan praktis bagi pengembangan hasil belajar siswa secara optimal. Pembelajaran yang bersentuhan langsung dengan realita akan berimplikasi pada terben­tuknya pemahaman siswa secara mendalam dan seksama. Pada kenyataannya yang terjadi di SDN 1 Sei Rukam II berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan kepala sekolah pada bulan Mei 2019 pada enam orang guru kelas baik dalam perencanaan pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran terlihat bahwa semua guru kelas hanya menyampaikan materi pembelajaran berupa teori saja dengan berpedoman pada buku pelajaran tanpa menggunakan sumber lain seperti lingkungan alam sekitar. Dengan melihat kenyataan tersebut hingga dilakukan penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru gelas dalam memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar  melalui teknik OHAIN (One Hour Adventure In Nature) di SDN 1 Sei Rukam II. Teknik OHAIN (One Hour Adventure In Nature) merupakan teknik petualangan di alam selama satu jam dengan tujuan untuk mengidentifikasi berbagai sumber belajar yang terdapat di alam sekitar yang relevan digunakan sesuai standar kompetensi masing-masing kelas. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS). Subjek penelitian ini adalah guru kelas di SDN 1 Sei Rukam II yang berjumlah 6 orang terdiri dari guru terdiri dari guru kelas I, II, III, IV, V dan VI. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus tindakan dengan 2 kali pertemuan disetiap siklusnya. Pada setiap siklus terdapat kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi. Data observasi dianalisis secara deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif persentase. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kompetensi guru dalam memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar setelah dilaksanakan teknik OHAIN Pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata kompetensi guru kelas dalam memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar 60%, pertemuan 2 menjadi 70% sehingga terjadi peningkatan 10%. Pada siklus 1I pertemuan 1 rata-rata kompetensi guru kelas dalam memanfaatkan alam sekitar sebagai sumber belajar 80% terjadi lagi peningkatan 10%, sedangkan  pada pertemuan 2 menjadi 85% sehingga terjadi peningkatan 5%. Pelaksanaan teknik OHAIN pada guru  kelas siklus I pertemuan 1 adalah 70% meningkat 15% sehingga menjadi 85% pada pertemuan 2. Pelaksanaan teknik OHAIN pada guru  kelas meningkat 5% pada siklus 2 pertemuan 1 sehingga menjadi 90% dan pada pertemuan 2 menjadi 95% dengan peningkatan 5%.

Article Details