Main Article Content

Abstract

KKM harus ditetapkan sebelum awal tahun pelajaran dimulai, akan tetapi Berdasarkan hasil supervisi yang dilakukan peneliti sebagai kepala sekolah pada tahun yang lalu pada 9 orang guru di SDN 1 Tantaringin Kecamatan Muara Harus diperoleh data; 7 orang guru atau 77% tidak memiliki dokumen penetapan KKM sedangkan 3 orang guru atau 33% memiliki dokumen penetapan KKM tetapi tidak memuat tiga aspek dalam penetapan KKM; kompleksitas, daya dukung, dan intake.Dari hasil wawancara diketahui mereka belum memiliki dokumen penetapan KKM ataupun sebagian kecil guru sudah memiliki dokumen penetapan KKM tetapi dalam dokumen tersebut belum memuat tiga aspek dalam penetapan KKM seperti kompleksitas, daya dukung, dan intake. Hal ini disebabkan karena sudah terbiasa menetapkan KKM secara asal-asalan saja tanpa melalui proses dalam penetapan KKM dan juga mereka tidak mengerti cara penentuan KKM yang sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan guru dalam menetapkan KKM melalui kegiatan supervisi dengan teknik individual yang dilakukan pengawas sekolah sebagai peneliti. Kriteria paling rendah untuk menyatakan peserta didik mencapai ke­tuntasan dinamakan Kriteria Ketuntasan Mini­mal (KKM). Teknik pembinaan dilakukan melalui supervisi dengan teknik individual. Supervisi dengan teknik individual adalah pelaksanaan supervisi perseorangan terhadap guru. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan di SDN 1 Tantaringin Kecamatan Muara Harus dengan dua siklus tindakan. Subyek penelitian ini adalah 9 orang guru di SDN 1 Tantaringin Kecamatan Muara Harus.


Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan guru dalam menetapkan KKM setelah dilaksanakan supervisi dengan teknik individual. Pada siklus 1 pertemuan 1 rata-rata kemampuan guru dalam menetapkan KKM 58%, sedangkan pada pertemuan 2 menjadi 67%. Pada siklus 1I pertemuan 1 rata-rata kemampuan guru meningkat menjadi 79% sedangkan pada pertemuan 2 menjadi 85%. Pelaksanaan supervisi dengan teknik individual pada guru  siklus I pertemuan 1 adalah 66% meningkat pada pertemuan 2 menjadi 74%. Pada siklus II pertemuan 1 meningkat menjadi 89% dan pada pertemuan 2 menjadi 92%.  Dengan menggunakan supervisi dengan teknik individual dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menetapkan KKM.

Article Details