Main Article Content

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui Kajian Yuridis Terhadap Pembuatan Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan Menurut Undang-Undang Hak Tanggungan dan untuk mengetahui tanggung jawab Notaris terhadap dibuatnya SKMHT berdasarkan ketentuan yang berlaku. Sedangkan Kegunaan dari penelitian ini adalah Secara teoristis hasil penilitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sebagai bahan kajian yang bermanfaat untuk pengembangan ilmu hukum dan kenotariatan dan secara praktis diharapkan sebagai bahan masukan serta evaluasi terhadap aturan hukum Perundang-undangan. Metode Penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian hukum normatif dan Peneliti menggunakan beberapa pendekatan yaitu Pendekatan peraturan perundangan (statute approach), Pendekatan Konseptual (conceptual approach), Pendekatan Kasus (case approach). Hasil dari penelitian ini adalah fungsi SKMHT yang dibuat Notaris adalah untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi kreditur selaku pemegang Hak Tanggungan dan debitur selaku pemberi Hak Tanggungan. Untuk terciptanya tertib administrasi dalam proses pendaftaran Hak Tanggungan kepada Kantor Pertanahan sebagai Lembaga pendaftaran. Kedudukan SKMHT adalah sebagai alat bukti yang sempurna dalam bentuk akta otentik yang dibuat oleh Notaris. Pertanggungjawaban Notaris dapat dilihat dari jenis akta yang dibuat Ambtelijk akta maupun Partij Akta. Notaris bertanggung jawab secara perdata atas akta yang dibuatnya (Essensi akta). Notaris pun dapat dituntut pidana apabila terjadi pemalsuan dan pengelapan atas akta yang dibuatnya.


Kata Kunci: Fungsi dan Kedudukan, Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan, Notaris

Article Details