Main Article Content

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi adanya permasalahan penyalahgunaan zenith carnophen oleh remaja, yang semakin meresahkan masyarakat. Penggunaan narkotika ini semula diperuntukan bagi kepentingan pen-gobatan dan untuk keperluan orang sakit, dalam hal ini hanya dunia kedokteran saja yang menggunakannya. Tingginya angka penyalah gunaan narkotika di kalangan remaja menimbulkan keprihatinan dan khawatiran yang sangat besar bagi semua pihak termasuk civitas akademika, pemerintah, serta orang tua. Permasalahan utama yang ingin dijawab dari penelitian ini adalah faktorfaktor apakah yang menyebabkan terjadinya tindak pidana penyalah gunaan zenith carnopen oleh remaja. Sanksi pidana apa saja yang dapat diterapkan dalam tindak pidana penya-lahgunaan narkotika zenith carnophen oleh remaja. Penelitian ini bersifat deskripsi analisis dengan melakukan pendekatan yuridis normatif yaitu dengan menganalisis bahan-bahan hukum terkait tindak pidana penya-lahgunaan narkotika zenith carnophen oleh remaja. Dengan mengunakan pola penalaran metode deduktif kualitatif yaitu menarik kesimpulan dari yang bersifat umum menuju kepada yang khusus. Sehingga mendapatkan kesimpulan yang diuraikan dengan kata yang padu, sistematis dan melahirkan jawaban dari hasil penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor yang me-nyebabkan terjadinya tindak pidana penyalahgunaan Zenith Carnopen oleh Remaja adalah kurangnya perhatian orang tua, lingkungan sosial yang kurang baik. Sanksi pidana apa saja yang dapat diterapkan dalam tindak pidana penyalahgunaan narkotika zenith carnophen oleh remaja adalah Ancaman pidana bagi penyalah guna narkotika golongan I ini terdapat dalam Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, ancaman pidana penjara bagi anak yang melakukan tindak pi-dana adalah setengah dari maksimum ancaman pidana penjara bagi orang yang sudah dewasa sebagaimana yang telah diatur dalam Pasal 81 ayat (2) UndangUndang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Jika dapat dibuktikan atau terbukti bahwa ia sebagai korban penyalah gunaan narkotika/Zenith, penyalah guna tersebut wajib men-jalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. sejak diundangkannya Un-dang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dikenal istilah diversi, yakni pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana. Diversi hanya dilaksanakan dalam hal tindak pidana yang dilakukan itu diancam dengan pidana penjara di bawah 7 (tujuh) tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Oleh karena itu, sebisa mungkin aparat pene-gak hukum mengupayakan diversi sebelum memproses anak tersebut melalui proses peradilan pidana.


Kata Kunci: Tindak Pidana, Penyalahgunaan, Narkotika, Zenith carnophen, Remaja

Article Details